Selasa, 02 Oktober 2018

Batam Bukan Sekedar Tempat Transit Part 2

Satu hari di Batam bisa ke mana aja? Untuk penggemar wisata alam macem gw, pastinya mencari tempat-tempat yang banyak pepohonan dan bisa menghirup udara segar. Berhubung ini pertama kali gw ke Batam, gw mengincar tempat yang beneran ikonik dari Batam.

Jembatan Barelang
"Belum ke Batam kalau belum ke Barelang", begitulah kata sodara plus tour guide gw. Jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Rempang dan Pulau Galang ini menjadi destinasi wajib para wisatawan. Perjalanan menuju sini sebaiknya perlu diperhatikan. Sebelum benar-benar mencapai lokasi, persiapkan cukup camilan dan minuman, karena sepanjang jalan menuju jembatan tidak terlihat toko satupun. Ada warung ketika sampai di lokasi.
Barelang merupakan singkatan dari tiga nama daerah: Batam, Rempang, dan Galang. Jembatan yang menghubungkan ketiga pulau tersebut sangat panjang dan memiliki penomoran sehingga jembatan dapat diidentifikasi. Contohnya ketika akan menuju eks-kampung pengungsi Vietnam, orang-orang akan melewati jembatan lima.

Pagoda Bukit Teratai
Sebenarnya ini sudah di luar Pulau Batam. Namun masih dapat dikatakan wisata kota Batam. Pagoda ini menjadi saksi bisu pengungsi Vietnam yang tiba di Indonesia. Katanya terdapat satu bhiksu yang dapat membaca garis tangan pengunjung di sini bila berkenan.
Dari parkiran maupun teras pagoda ini, pengujung dapat melihat panorama pulau yang rimbun pepohonan. Semuanya hijau dan biru. Udaranya panas banget waktu gw dateng, karena sudah sekitar jam 11an lewat. Gw dan sodara gw akhirnya langsung muterin hutan tempat para pengungsi Vietnam dulu bermukim.

Eks Kampung Vietnam
Area ini sangat terpencil sehingga sedikit membingungkan saat menuju ke lokasi. Sulit untuk menjelaskan patokan yang pasti untuk menuju ke Eks Kampung Vietnam ini melalui Pagoda Bukit Teratai karena harus melewati beberapa jembatan. Jalan yang dilalui pun benar-benar lurus dan jarang sekali ada bangunan maupun warung untuk menjadi pemberhentian.
Area eks kampung pengungsi Vietnam masih dalam proses pemugaran. Tidak seperti kampung adat yang masih ada kehidupan sukunya, eks kampung pengungsi Vietnam ini hanya menyisakan saksi bisu kehidupan pengungsi. Beberapa rumah kayu tersebar, fasilitas umum yang sudah tidak terpakai, gereja kuno, hingga pemakaman kuno.
Menurut informasi dari sodara gw, pengungsi Vietnam hanya sementara mengungsi karena kawasan hutan termasuk area konservasi pemerintah Indonesia. Sehingga, keputusan PBB pada zaman itu menghimbau para pengungsi Vietnam untuk meninggalkan Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertama Kali Banget ke Kuala Lumpur (Part 1)

Gw ke Kuala Lumpur kali ini 60% budget sendiri. Nyari tiket untungnya udah dari lama jadi CGK-KUL pp cuma 625 ribu sajah. Sempet terpikirk...